Ku-Sentuh Jadi Bunga

· Puisi
Section image

Ku-Sentuh Jadi Bunga

(Upon My Touch, It Becomes a Flower)

Ku-sentuh dinding menjadi bunga

ditumbuk tembok, ia mendebunga lalu

ku-capai harap di hujung doa itu,

biar meriah disambut bercelaru–

ku-raba halus, dia hilang akal

ku-pegang terus dengan tiada malu,

bajunya turun naik, bagaikan kenal

dan dia pun di situ, bersimpuh nakal.

Namun di tepi dinding itu,

masih ada yang menunggu, tetap

ditepuk bertalu-talu, ditanya

ingin tahu–

apakah benar bunga yang disentuh itu

tiada lain hanya bersuara

seyogia berkata; siapa yang memperkasa–

jika semua yang dia sentuh menjadi abu,

mengapa dinding yang ku-sentuh

menjadi bunga,

tapi tembok yang ku-bina

diserang hama.

Maka diseru sekalian benih-benih bunga

datanglah dengan sedia bersenyawa,

tunggulah si dia yang setia mencari;

kerna ku-beri taman seluas diri,

‘kan ku-tanam tangkai sedalam hati.

K. Hazwan, 8 Jun 2026