Lautan Tujuh

· Puisi
Section image

Lautan Tujuh

(The Seven Seas)

Tiadakah engkau pernah menduga

apakah yang ada, di luar sana–

bila merentas kaki langit,

tika menghempas dada awan,

terlihat bentangan semesta yang

setia kawan, gagasan bersepadu

dari gemawan ke perairan, berkail

duri terkait belit, menyanjung tanah

tempias gelombang, menyeberang lautan;

dari Laut Kidul hingga ke Laut Cina Selatan.

Memanglah jika kail itu panjangnya

hanya sejengkal, lancang dan jong

merentas lautan tanpa berbekal–

apa pula jambatan emas, dari pulau

ke semenanjung, atau ber-Peti Kaca

turun raja ke Bawah Laut,

memperlihat kuasa, memperhebat takhta;

memperkuat iman, jelajah se-Nusantara.

Percayalah; telah termaktub di prasasti

yang berkalam kisah seribu janji,

hanya dengan ilmu penguat diri

kita seberangi Lautan Tujuh–

mengalir darah dari Yunani

tumpahnya hingga Siguntang Mahameru;

maka belayar arah hembusan bayu

mengukir abadi semangat leluhur;

rebah di tanah lapang, kembali ke bumi

di laut tumbang, mahkota emas ku-beri.

K. Hazwan, 24 Jun 2026 / 8 Muharram 1448H